Yayasan Tunas Karya
Buka Pikiran - Sentuh Hati - Bentuk Masa Depan

 Sejarah Singkat SMP Katolik Yos Sudarso Batam


SEJARAH SMP YOS SUDARSO BATAM

 

SMP Yos Sudarso berdiri pada tanggal 20 Juli 1981 di Sei (Sungai) Jodoh Batam.

Bermula dari SD Karya Dharma sekolah kecil yang dikelolah oleh umat Katolik setempat. Pada tanggal 20 Januari 1977 SD Karya Dharma dialikan pengelolahnya ke Yayasan Tunas Karya yang memang khusus membidangi pendidikan. Saat itu Ketua Yayasan adalah Pastor W.H.Lambregts, SS.CC. dan Pada saat itu pula nama SD Karya Dharma diganti menjadi SD Yos Sudarso yang diambil dari seorang Pahlawan Nasional sejati beragama Katolik yaitu Laksamana Muda TNI ( Anumerta ) Yosaphat Sudarso.

Berhubung tamatan dari SD-SD yang ada di Batam pada saat itu  harus melanjutkan ke SMP yang ada dan paling dekat adalah SMPN 1 Belakang Padang (ibukota kecamatan), tentunya sangat sulit bagi orang tua karena untuk menujuh ke SMPN Belakang Padang anak-anak harus naik speedboat dari pelabuhan Batu Ampar yang sudah tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Beruntung bagi yang mempunyai saudara atau keluarga di Tanjung Pinang  mereka dapat melanjutkan ke salah satu SMP di Tanjung Pinang. Dengan kondisi seperti ini tidak heran begitu menamatkan SD, banyak yang bekerja membantu orang tua mencari nafka.

Pada tahun 1980 berdiri satu SMP swasta di Batam  bersamaan dengan pertama kalinya SD Yos Sudarso meluluskan siswanya. Kehadiran SMP swasta yang hanya satu-satunya di Batam ini, disambut baik oleh banyak pihak termasuk orang tua siswa SD Yos Sudarso yang anaknya baru saja lulus. Sebagian besar siswa lulusan SD Yos Sudarso melanjutkan studinya ke SMP swasta yang lokasinya di Patam Sekupang yang kurang lebih 15 Km dari Sei Jodoh, dengan kondisi jalan tanah yang belum baik dan jembatan darurat yang melintasi Sei Ladi sehingga mencemaskan orang tua siswa khususnya umat Katolik Sei Jodoh.

Melihat kondisi jalan dan lokasi sekolah SMP ini kurang mendukung, umat Katolik Sei Jodoh mendesak Pengurus Yayasan Tunas Karya agar segera membuka SMP untuk kesinambungan pendidikan anak-anaknya. Sebenarnya bagi pengurus Yayasan Tunas Karya cukup berat mengingat keberadaan SD Yos Sudarso saja masih sangat darurat. Minim sarana prasarananya. Berhubung karena desakan umat yang begitu besar dan kesediaan untuk membantu dan mau menerima SMP dengan kondisi sedarurat apapun, maka Pengurus Yayasan Tunas Karya akhirnya membuka SMP Yos Sudarso sebagai kelanjutan dari jenjang pendidikan SD Yos Sudarso.

 

 

Tekat dan semangat

Ketika mendirikan SMP Yos Sudarso, tidak ada sepotong sepandukpun yang di pasang atau lewat media lainnya karena memang tidak ada sesuatu yang dapat dijanjikan, dipamerkan dan di unggulkan kepada masyarakat atas kehadiran SMP Yos Sudarso. Gedung sebagai sarana vital, meubeler siswa belum tersedia. Demikian juga guru-guru yang akan mengajar belum ada. Yang ada hanya tekat dan semangat serta dukungan umat. Tanggal 20 Juli 1981 lahirlah SMP Yos Sudarso dengan di tandai upacara sederhana dan pengguntingan pita berwarna merah oleh Ketua Yayasan Tunas Karya Pastor W.H.Lambregts,SS.CC. dari  Pangkalpinang.  

SMP Yos Sudarso dibuka pada tahun ajaran 1981/1982 tanpa Kepala Sekolah dan guru tetap. Saat itu kepala sekolah dijabat oleh kepala SD Yos Sudarso Bapak Herman Yoseph Ngadiman dan beberapa guru.  Beberapa hari setelah tahun ajaran, barulah datang dari IKIP Sanata Dharma Yogyakarta Bapak Yohanes Tri Haryanto dan langsung diangkat sebagai Kepala Sekolah SMP Yos Sudarso. Menyusul beberapa hari kemudian datang dari almamater yang sama seorang guru yaitu Bapak L.Prasetya. Dua orang inilah bahu membahu mengolah SMP Yos Sudarso.

 

Kerja keras dan perjuangan

Gedung sederhana semi permanen berdinding papan , beratap seng dan sebagian beratap daun rumbia masih bergabung dengan SD Yos Sudarso. Lokal belajar yang digunakan adalah ruang doa di kapela (gereja kecil). Ruangan disekat menjadi beberapa lokal kelas. Dengan pembagian pagi hari untuk SD kelas 1,2,3 dan 6, sedangkan siangnya mulai jam 13.00 WIB SD kelas 4 dan 5 serta SMP kelas 1.

Sulit memang, tanpa pengalaman kepala sekolah harus meraba-raba dalam hal administrasi dan cara mengelolah sekolah yang baru saja didirikan. Dalam pembagian tugas mengajarpun mengalami kesulitan karena hanya 1 kepala sekolah dan 1 guru tetap dengan 12 mata pelajaran. Menyadari terbatasnya kemampuan maka beberapa guru SD Yos Sudarso diminta untuk membantu mengajar di SMP. Bagaimana dengan mata pelajaran Bahasa Inggris dimana kepala sekolah dan guru-guru yang ada tidak menguasai bahasa Inggris, maka diminlah bantuan seorang tokoh umat yang bekerja di perusahaan Asing, PT.Mc.Dermott Indonesia untuk mengajar Bahasa Inggris beliau adalah Bapak Gervas Odang. Beliau harus meninggalkan tempat pekerjaannya untuk mengajar dari pukul 16.00 – 17.30 dua kali dalam seminggu selama empat bulan lamanya.

Kantor Kepala Sekolah, guru SD dan SMP menyatu dalam sudut ruangan yang amat sempit. Sebagian guru duduk di kursi tanpa meja karena memang ruangan terlalu sempit.

Penetapan Batam sebagai daerah otorita, mengharuskan Batam ditata secara menyeluruh, terpadu, dan terencana. Central pemukiman penduduk di Sei Jodoh perlahan-lahan mulai dikembangkan kepemukiman baru ke daerah Bukit Nagoya dan daerah lainnya. Yayasan Tunas Karya sebagai pengelolah pendidikan mendapatkan sebidang tanah seluas 11.500 Meter persegi di sebuah bukit berlereng. Di situlah mulai dibangun gedung permanen enam lokal untuk SD dan di atasnya empat lokal untuk SMP. Pada Bulan Januari 1982 SMP Yos Sudarso pindah dari Sei Jodoh ke gedung baru di lereng Bukit Nagoya.

Gedung baru semangat dan harapan baru. Tiga lokal sebagai ruang belajar dan satu lokal sebagai kantor kepala sekolah dan ruang guru. Proses belajar mengajar pagi hari. Setiap sore dilakukan penghijauan oleh Pak Tri Haryanto dan Pak L.Prasetya karena memang masih gundul dan rawan erosi. Keadaan sulit belum dapat teratasi karena minat orang tua masuk anaknya ke SMP Yos Sudarso masih rendah karena SMP swasta yang tadinya di Sekupang pindah ke Kampung Seraya yang lokasinya hanya dua ratus meter dari SMP Yos Sudarso, selain itu SMP swasta ini jauh lebih baik dari segala sisi, baik guru maupun fasilitasnya. Tidak heran tamatan dari SD Yos Sudarso banyak yang melanjutkan ke SMP ini. SMP Yos Sudarso menunggu sisa siswa yang tidak di terima dari SMP-SMP lain. Sungguh menyedihkan.

Pada tahun ke dua Yayasan menambah satu orang guru jurusan bahasa Inggris, yaitu Ibu Seraphine Usi Rahayu dan tahun ke tiga menambah dua orang guru lagi yaitu Bapak Y.Widiyoko dan Bapak Paulus Yudhisto Kristy. Meskipun sudah penambahan guru, kemudahan belum berpihak ke SMP Yos Sudarso karena izin operasional sebagai SMP tidak terdaftar. Usut punya usut ternyata Ketua Yayasan pengajuankan izin operasionalnya kepada Bupati Kepala Daerah Kepulauan Riau di Tanjung Pinang yang mana seharusnya ditujukan ke Kanwil Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Riau di Pekanbaru, sehingga izin operasional sekolah tidak pernah dikeluarkan apalagi diterima.

Surat Kanwil Depdikbud Pekanbaru memerintahkan bahwa SMP Yos Sudarso menginduk ke SMPN Belakang Padang. Seluruh dokumen Ebtanas, soal ujian, pengawas, penentuan kelulusan dan ijazah ditentukan sekolah induk.

SMP Yos Sudarso perlu berbangga karena EBTANAS pertama tahun ajaran 1984/1985 memperoleh rata-rata 6,06 untuk 5 bidang studi. SMP Yos Sudarso masuk urutan 10 besar SMP Negeri dan swasta se Propinsi Riau.

Setelah dilakukan akreditasi oleh Depdikbud, maka pada tahun ajaran 1987/1988 status dari TERDAFTAR menjadi DIAKUI dan boleh menyelenggarakan ujian sendiri. Hal ini menjadi SMP Yos Sudarso melangkah lebih percaya diri. Kerja keras dan perjuangan tidak sia-sia.

Setiap kali mengikuti EBTANAS hasilnya sungguh luar biasa karena selalu menempati urutan atas diantara ratusan sekolah negeri/swasta yang ada di Propinsi Riau, bahkan pernah urutan kedua dan keempat Kepercayaan masyarakat bertambah besar, siswa bertambah jumlahnya hingga SMP Yos Sudarso yang semula sangat sulit mendapatkan 48 siswa perkelas, lambat laun justru lokal belajar yang kurang  walau dari tahun ketahun penambahan ruang belajar parallel terus dilakukan, sehingga sekolah terpaksa harus menjalankan kegiatan belajar mengajar pagi dan siang hari, sampai-sampai menolak para calon siswa baru.

Lokasi 11.500 meter persegi yang semula dirasakan sangat lapang, maka sejak tahun 1990 sudah dirasakan sangat sesak karena penambahan ruang kelas baru, ditambah pembangunan gedung SMA Yos Sudarso di lokasi yang sama seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk Batam. Kepadatan siswa SD-SMP-SMA Yos Sudarso menyebabkan kemacetan lalu lintas yang luar biasa di Jalan Imam Bonjol Bukit Nagoya sebagai pusat perekonomian Batam. Rasa kurang nyaman dan aman terusik sudah karena hanya ada satu pintu masuk dan keluar yang lokasi berada di tepi jalan raya. Melihat kondisi ini ada pengusaha nasional yang memiliki usaha di Batam bersedia melakukan kesepakatan tukar guling dengan pihak Yayasan Tunas Karya di daerah Bengkong. Maka di bentuklah team yang terdiri dari Pengurus Yayasan Tunas Karya Cabang Batam dengan tokoh-tokoh umat yang peduli dengan pendidikan sekolah Yos Sudarso. Namun karena suatu hal, kesepakatan kerja sama itu BATAL dan disetujui oleh kedua belah pihak serta disyahkan di depan Notaris Maria Anastasia Halim SH.

 

 

Pucuk dicinta Ulam tiba

Karena batal dari perjanjian pertama, Pengurus Yayasan Tunas Karya Cabang Batam berupaya memohon sebidang tanah kepada Otorita Batam. Diluar dugaan beberapa bulan kemudian mendapat jawaban yang menggembirakan, bahwa Yayasan Tunas Karya mendapat lokasi baru seluas 4 hektar di Batam Centre. Serah terima surat ditandatangai oleh Ketua Otorita Batam Bapak B.J. Habiebie.

Perencanaan  pembangunan sekolah dimulai dan dibentuk team yang diketuai oleh Bapak Ir.Fredy Tanoto. Lalu dibangunlah gedung TK Yos Sudarso, dilanjutkan membangun gedung SD Yos Sudarso. Pada Bulan Juni 2001 SMP Yos Sudarso yang terakhir kali meninggalkan lokasi yang banyak kenangan dari Bukit Nagoya pindah ke Batam Center dan untuk sementara menumpang di SD Yos Sudarso dan kegiatan belajar sore hari. Mengapa SMP Yos Sudarso buru-buru pindah dari Bukit Nagoya ke Batam Centre padahal gedung untuk SMP Yos Sudarso belum selesai dibangun ? Hal ini disebabkan karena lokasi di Bukit Nagoya telah terjual dan hasil penjualan tersebut untuk pembiayaan pembangunan gedung di Batam Centre. Kurang lebih 1,5 tahun, pucuk dicinta ulam tiba gedung SMP Yos Sudarso selesai dibangun dan bulan Januari 2003 menempati gedung baru dan sampai saat ini. Inilah perjalanan panjang SMP Yos Sudarso Batam.

JAYALAH SEKOLAH KU JAYALAH YAYASAN KU !

 

 

 

                      Kepala sekolah SMP Yos Sudarso Batam

1.      Yohanes Tri Haryanto                            1 Juli 1981 – 30 Juni 1993

2.      Paulus Yudhisto Kristy, S.Pd                1 Juli 1993 – 30 Juni 1997

3.      Harmain                                                   1 Juli 1997 – 31 Januari 2003

4.      Yohanes Tri Haryanto                           1 Februari 2003 – 30 Juni 2004

5.      Paulus Yudhisto Kristy,S.Pd                 1 Juli 2004 – 30 Juni 2010

6.      Anna Maria, M.Pd                                  1 Juli 2010 – 1 Februari 2012

7.      Drs.Bertinus Iwan Juniyanto (PJS)      1 Juli 2012 – 30 Juni 2013

8.      Drs.Bertinus Iwan Juniyanto               1 Juli 2013 – 30 Juni 2015

9.      Markus Wongso, S.Pd.SD                    1 Juli 2015 – Sekarang

 

 

                     Dengan demikian SMP Yos Sudarso Batam mengalami perpindahan lokasi 3 kali, yakni :

1.      Januari 1982 pindah dari Sei Jodoh Ke Bukit Nagoya.

2.      Juni 2001 dari Bukit Nagoya gedung SD di Batam Centre.

3.      Januari 2003 dari gedung SD ke Gedung SMP Batam Centre.

 

Akhirnya kami ucapkan terima kasih kepada :

1.      Pengurus Pusat Yayasan Tunas Karya di Pangkalpinang dan pengurus Cabang Batam.

2.      Prof.DR.Ing.H.Bacharuddin Jusuf Habibie, Ketua Otorita Batam.

3.      Bapak Ir.Fredy Tanoto sebagai ketua team pembangunan sekolah Yos Sudarso Batam Centre dan jajarannya

4.      Tokoh-tokoh umat Katolik Batam dan

5.      Orang-orang yang baik terlibat secara langsung maupun tidak langsung atas pembangunan gedung sekolah Yos Sudarso Batam Centre yang tidak dapat kami sebutkan satu-persatu. 

 

Semoga Tuhan Yesus Kristus membalas kebaikkan, pengobanan, perhatian bapak-bapak dan ibu-ibu dan senantiasa diberikan Rahmat, Berkatnya dan kesehatan kepada kita semua. Amin